Mengenal Istilah Dangerous Goods Dalam Dunia Penerbangan Secara Singkat

Mengenal Istilah Dangerous Goods Dalam Dunia Penerbangan

Mengenal Istilah Dangerous Goods Dalam Dunia Penerbangan

MENGENAL ISTILAH DANGEROUS GOODS DALAM DUNIA PENERBANGAN

Mengenal Istilah Dangerous Goods Dalam Dunia Penerbangan? Kecelakaan pesawat merupakan hal yang paling ditakutkan dalam dunia penerbangan. Selain faktor manusia, barang berbahaya atau dangerous goods juga berpotensi membahayakan keselamatan para penumpang jika barang yang dimaksud tidak diwaspadai secara cermat.

Suatu barang dapat dikategorikan sebagai barang berbahaya jika barang tersebut akan dimuat di pesawat secara sengaja maupun tidak dimungkinkan dapat mencelakakan manusia dan atau merusak benda lain jika barang tersebut terbakar atau meledak. Untuk itu, kita perlu mengenal istilah dangerous goods dalam dunia penerbangan.

Pengertian Dangerous Goods

Dalam Peraturan Barang Berbahaya menurut IATA dan ANNEX 18, dangerous goods atau barang berbahaya merupakan zat atau barang yang berpotensi membahayakan secara nyata mengenai keselamatan, kesehatan, atau harta milik jika diangkut dalam pesawat udara. Bahaya tersebut dapat berakibat pada keselamatan.

Sebenarnya barang berbahaya ada yang diijinkan diangkut dengan pesawat tetapi harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, termasuk cara pengemasan, aturan kemasan, penyimpanan, permuatan, dan pemberian label

Kelompok Dangerous Goods

Barang berbahaya yang dapat diangkut di dalam pesawat udara dikelompokkan ke dalam 3 kategori yaitu

  • Kategori A merupakan barang – barang berbahaya yang bisa diangkut dengan pesawat udara kargo atau pesawat udara penumpang
  • Kelompok B merupakan barang – barang berbahaya yang boleh diangkut hanya dengan pesawat kargo
  • Kelompok C merupakan barang berbahaya yang tidak diijinkan diangkut dengan pesawat udara

Pembagian kelompok tersebut didasarkan pada jenis atau ciri – ciri barang berbahaya maupun jumlah yang hendak diangkut dengan pesawat berdasarkan IATA DG Regulation

Kategori Barang yang Dilarang Diangkut

Barang – barang berbahaya yang dilarang diangkut karena berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan dikelompokkan menjadi 4 kelompok meliputi:

  • Bahan Peledak Explosive)
  • Senjata (Weapons)
  • Barang berbahaya (Dangerous Goods)
  • Barang yang dapat membahayakan (Dangerous article) misalnya cutter, gunting, obeng, silet, dll

Berdasarkan pengelompokkannya dangerous goods, barang berbahaya sebagai kargo dapat dibagi menjadi 4 kelompok yakni

  • Barang berbahaya yang diperbolehkan diangkut dengan pesawat udara
  1. Dangerous Goods yang dibawa oleh kru atau penumpang
  2. Dangerous Goods Air Mail
  3. Dangerous Goods of the Operator yaitu barang berbahaya yang akan dijual seperti minuman beralkohol, aerosol, dan parfum
  • Barang berbahaya yang tidak boleh diangkut dengan pesawat karena keadaannya
  1. Barang berbahaya terlarang, kecuali diijinkan oleh negara yang bersangkutan
  2. Barang berbahaya yang dikecualikan oleh IATA DGR

Pihak pengirim wajib memastikan barang berbahaya tersebut tidak dilarang diangkut sesuai DGR baik kuantitas, wadah, jumlah/kuantitas, label/tanda, dan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan

Pengemasan dan Pemberian Tanda

Pengemasan berdasarkan tingkat bahaya dari barang tersebut memiliki tanda sebagai berikut

– Packing Group I (X) berarti beresiko bahaya besar

– Packing Group II (Y) berarti beresiko bahaya menengah

– Packing group III (Z) berarti resiko bahaya kecil

Untuk jenis-jenis penandaan atau marking terdiri dari UN Number, PSN (Proper Shipping Name), dan UN Specification Packages

Menurut IATA, bahan atau barang berbahaya dapat dikelompokkan menjadi 9 divisi yang masing-masing memiliki kode tertentu yaitu sebagai berikut

  • Kelas 1: Explosives atau Bahan Peledak

Ini adalah zat atau bahan yang dapat meledak jika terkena panas atau api. Jenis ini masih dikelompokkan lagi menjadi barang yang memiliki daya ledak tinggi, proyeksi tinggi, bahaya hembusan kecil, tidak menimbulkan bahaya berarti, memiliki bahaya yang tidak menyebabkan bahaya ledakan dahsyat (kembang api, petasan)

  • Kelas 2: Gases (Gas)

Bahan yang dapat menyala atau mengeluarkan asap oleh api atau bunga api. Gas tersebut terdiri dari gas yang mudah terbakar, gas yang memiliki reaksi keras terhadap oksigen, dan gas beracun

  • Kelas 3: Flammable Liquids (Cairan yang mudah terbakar)

Ini adalah cairan dengan titik nyala kurang dari 60,5 derajat. Contohnya adalah alkohol dan cat

  • Kelas 4: Flammable Solids (Bahan padat yang mudah terbakar)

Kelas ini meliputi korek apik, phosphor, kalsium karbid, dll

  • Kelas 5: Zat beroksidasi

Kelas ini adalah zat yang dapat menghasilkan oksigen dan membantu timbulnya api dengan mudah

  • Kelas 6: Zat Beracun
  • Kelas 7: Bahan Radioaktif
  • Kelas 8: Corrosive Materials
  • Kelas 9: Barang berbahaya lain

Ini adalah benda lain yang dianggap berbahaya tetapi tidak masuk dalam 8 kelas di atas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *